Aku [Tidak] Malu Datang Terlambat

kata kata terlambat masuk kerja, kata kata terlambat sekolah, kata kata terlambat sudah, kata kata terlambat menikah, lagu cinta datang terlambat maudy ayunda mp3, cinta datang terlambat quotes, terlambat sekolah, kata kata datang terlambat, kata kata bijak, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, tidak ada kata terlambat dalam bahasa inggris

Aku Malu Datang Terlambat; sebuah slogan/kalimat yang biasa saja dan “nothing” bagi saya, kenapa? ya karena memang saya tidak merasa malu untuk datang terlambat ke tempat kerja. Dan karena sikap saya tersebut *sering datang terlambat* orang-orang disekeliling menilai saya sebagai “seorang pekerja telatan lah, seseorang yang se-ena’e dewe, tak tahu aturan lah, dan bahkan juga dicap sebagai perusak aturan plus duri bagi pekerja lainnya“. Ah…. memang begitulah adanya (disini)
kata kata terlambat masuk kerja, kata kata terlambat sekolah, kata kata terlambat sudah, kata kata terlambat menikah, lagu cinta datang terlambat maudy ayunda mp3, cinta datang terlambat quotes, terlambat sekolah, kata kata datang terlambat, kata kata bijak, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, tidak ada kata terlambat dalam bahasa inggris
Terkait hal tersebut, banyak pula dari rekan kerja yang selalu saja menanyakan sikapku ini. “Di, kenapa kamu selalu datang terlambat/kesiangan?” dan bagiku (khusus disini) pertanyaan tersebut terlalu naif untuk dilontarkan dan bahkan tidak bermutu sekali menurutku.

Kenapa bisa begitu? ya… mengingat situasi dan kondisi yang sedang terjadi disini, dimana sistem dan manajemennya seperti tak berbentuk dan sulit sekali ditafsirkan bagaimana seperti apa hingga kebanyakannya kita bekerja tanpa acuan yang jelas (dibaca: sistem informasi manajemennya ngadat lah) Dan karena itulah apakah beliau-beliau yang mempertanyakan tentang kedisiplinanku itu berlandaskan situasi dan kondisi yang sedang terjadi atau tidak? *nah lhooo*

Baca juga:  Jangan Bilang Tidak Tahu

Namun… setiap pertanyaan-pertanyaan yang seperti itu tidak pernah saya lewatkan untuk tidak saya jawab, dan jawaban saya pun seringnya seperti ini: “ah, dimanapun di dunia ini yang namanya sebuah keseimbangan itu diperlukan, penting dan harus ada, karena tanpa keseimbangan tersebut apalah artinya semua ini —menjawab dengan pertanyaan” Lalu tiba-tiba si penanya itu tersenyum 🙂 ya memang kebanyakannya hanyalah senyuman yang saya dapatkan ketika saya memberikan jawaban dari seperti itu, dan apakah arti dari senyumannya yang mereka berikan itu menggambarkan bahwa mereka pun sedikit banyaknya tahu dan paham terhadap kondisi dan situasi yang sedang terjadi disini (?)

Lalu, bagian diri ini yang bertanya kepada mereka seperti ini: “kenapa pula rekan yang lainnya selalu pulang sebelum waktunya/siang? dan juga, apalah artinya datang tepat waktu atau bahkan datang sebelum waktunya jikalau hanya bisa duduk manis dan bergosip ria saja?” Nyaris, tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mereka atas pertanyaanku itu, dan kembali hanya senyuman-lah yang menjadi sebuah jawabannya.

Tak ada aturan/hukum manusia yang bisa mengikat/ membelenggu manusia itu sendiri. Sebuah aturan hanya akan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan ketika semua orang di dalamnya mematuhi semua yang tertuang dalam aturan tersebut.

Dan ketika terjadinya sebuah kepincangan dari pelaksanaan sebuah sistem/aturan yang ada, maka yang pantas di dengungkan adalah ‘aturan itu dibuat untuk dilanggar‘ *palagi disini. atas bawah sama saja, dan bahkan si pembuat aturan-lah yang sering sengaja melupakan aturan yang ada dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang nyatanya berbenturan dengan aturan yang dibuatnya*.

Dimana pun itu yang namanya Pro dan Kontra pastilah ada dan mungkin saja temen-temen yang membaca tulisan ini pun tak sepenuhnya akan sependapat dengan pemikiran saya, terlebih lagi tulisan ini dibuat oleh seorang pegawai teladan telatan dan juga kadang tak patuh terhadap aturan.

Baca juga:  Kulakukan

Namun dapat saya sangsikan jikalau temen-temen merasakan dan atau tahu terhadap kondisi yang sedang terjadi disini, maka dapat dipastikan pula anda akan sepaham dengan saya *mungkin yahhh*

Sistem yang ada disini hanyalah formalitas kebutuhan saja, aturan yang ada disini pun hanyalah sebuah formalitas keharusan tertulis pula yang semuanya hanya enak dibaca dan dipandang saja. Hingga SDM-SDM yang ada pun akhirnya sama saja sepertiku (melanggar aturan yang ada walaupun mereka mungkin tak menyadarinya).

Dan, yang disayangkan adalah hasil daripada kesemerawutan itu menciptakan manusia-manusia kecil yang apa adanya, karena yang mereka dapatkan pun hanya ala kadarnya saja (doh)