Beda Pemikiran ya Beda Pendapat

Terinspirasi dari beberapa komentar yang masuk pada beberapa postingan sebelumnya dan sebelumnya, dimana saya senang sekali ternyata dalam beberapa komentar itu ada banyak saran, masukan, dan / atau bahkan kritikan dari isi tulisan yang saya publish disini. Terkadang saya juga suka tidak ‘ngeh‘ pada komentar yang masuk namun isi dari komentar tersebut tidaklah mengomentari apa yang saya tulis (doh) *but it’s oke lah* etapi saya juga mungkin suka berkomentar seperti itu di postingan sedulur kali yah (lol)

Dan pada prinsipnya memang secara pribadi kita itu pastinya selalu ingin tampil beda dari postingan yang kita buat di weblog kita masing-masing B-) karena kita tahu bahwa hasil dari pemikiran yang kita cerna dari otak kita ini pastinya berbeda-beda pula sesuai dengan apa yang kita rasakan atau apa yang kita lihat. Kadang pula hasil dari pemikiran yang keluar melalui postingan yang saya buat disini membuat orang salah paham atau berpikir saya ini sedikit ekstrem atau lateral [menyamping] atau nyeleneh atau bisa juga memusingkan karena harus membaca berkali-kali untuk mencerna postingan saya atau beda-beda seperti sinonim yang sebelumnya lah :-)) Kenapa bisa begitu? ya karena “keadaan pemikiran kita berubah dari hari ke hari“.

Sebetulnya persoalan tentang pemikiran yang keluar dari seseorang akan sangat sulit sekali untuk ditebak oleh orang yang belum mengenal seseorang tersebut, saya yakin anda setuju dengan uraian itu. Dan tentang pemikiran saya sebetulnya simple saja, kenapa? karena ya itu saya selalu ingin tampil beda, beda dari biasanya, beda dari yang lain, beda aja gitu (evil_grin) sebuah iklan mengatakan “lebih punya taste“. Namun beda disini atau beda yang saya lakukan, masih mengindahkan norma-norma yang berlaku baik dari segi agama, adat, maupun negara seperti UU ITE ato Permen Konten Multimedia. lha wong berkata bangsat alias kutu busuk aja masih dalam tahap wajar toh.

Pernah juga dalam suatu forum saya berdiskusi panjang lebar dengan lawan bicara saya tentang suatu hal hingga memakan waktu [waktu kok dimakan (doh) ] berjam-jam, walaupun sebetulnya waktu itu saya sendiri paham dan setuju dengan apa yang diuraikan serta tujuannya kemana dari lawan diskusi saya. Namun kebalikkannya si Dia belum paham benar dengan apa yang saya lontarkan, tapi Dia setuju dengan apa yang saya ungkapkan namun belum paham saja gitu [bingung ngga? –sama saya juga bingung (rofl) ].

Oke lah kalo begitu kita ambil contoh, semisal ketika kita melihat “Rangga dan Cinta” [AADC salah satu film favorite saya jaman jadul kala] tergeletak mati di lantai dan ada pecahan kaca serta ada genangan air disekitar mereka, maka apa yang kita pikirkan saat itu? Mungkin banyak dari mereka (dibacanya sedulur) yang akan mengandaikan bahwa gambaran di atas adalah tentang adegan pembunuhan, apakah Rangga dan Cinta mati mati karena diracun, ditembak, ditusuk dengan pecahan kaca, atau karena kecelakaan? Penjelasan dan / atau jawaban di atas memang masuk akal mengingat informasi yang diberikan. Namun saya akan sedikikt berbeda memberikan pendapat mengapa mereka mati? dan jawabannya adalah “Rangga dan Cinta” adalah [nama] dua ekor ikan yang dipelihara oleh Saudara yang secara tak sengaja akuariumnya jatuh ke lantai hingga sepasang ikan itu mati tanpa adanya pertolongan dari si pemiliknya [habis pemiliknya sibuk Fesbukan saja seeh] (lmao)

Udah dulu dan segini dulu ah, kalo tulisan alias kata-kata binti kalimatnya berantakan mohon dimaklumi saja yah, kan yang penting ngapdet dan yang dateng pun dapet postingan baru (evilsmirk) plus nanti disambung lagi deh cerita yang pusing dan memusingkannya (lmao) biar kita semua bisa tertawa-tawa gitu (muhaha)

You May Also Like