Aura yang Terlepas

/wp-content/uploads/2012/06/addiehf_katakataku_jogloabang_aura_yang_terlepas.jpg

Bayu mendera sukma
Memaksaku menuntut
Selimut asa tuk menghangatkanya

Sementara banyu biru
Mendesah resah
Pun membuatku
Terasa sesak berbagi

Ilalang melambai-lambai
Merayuku untuk memeluknya
Pun aku patuh

Onak dan duri
Menyapaku lewat lara
Serta bara
Mengaduh, mengeluh

Oh Tuhan,
Aku rapuh, aku patuh
Aku rengkuh, aku melepuh
Saat diorama ini ku bawa
Sedangkan aura tak lagi bermaya

Baca juga:  Persimpangan Jalanku